Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • Team DATASOFT SOLUSI
single-event-img-1

Proposal


P R O P O S A L

PENERAPAN SISTEM INFORMASI MAJEMEN
BERBASIS KOMPUTER

1. PENDAHULUAN
Sejalan dengan perkembangan dunia usaha seperti saat ini, tuntutan tersedianya informasi manajemen yang tepat waktu dan dengan penyajian data yang benar sesuai prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku, kiranya sudah menjadi kebutuhan mutlak disetiap,penyelenggaraan kegiatan usaha. Karena kegunaannya sangat erat hubungannya dengan proses pengambilan keputusan dan pertanggungjawaban, serta sebagai pemenuhan kewajiban kepada pihak-pihak yang ber-kepentingan terhadap keberadaan suatu perusahaan.
Disatu sisi, informasi tersebut merupakan bentuk pertanggung-jawaban manajemen perusahaan kepada para pemilik/pemegang saham dalam hal pengelolaan sumber daya yang dikuasainya, serta penilaian atas hasil kegiatan usaha pada kurun waktu tertentu. Disisi lain, pada tataran operasional merupakan alat yang efektif guna membantu pimpinan perusahaan (management) dalam menjalankan fungsinya selaku penyelenggara dan pengambil keputusan (decision maker).
Demikian pula para manajer diberbagai tingkatan; pada saat melaksanakan tugas sehari-hari pun memerlukan informasi yang dapat dipercaya, untuk digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan, baik mengenai persoalan-persoalan rutin ditingkat bawahan maupun persoalan yang menyangkut kebijakan (policy) ditingkat atasan.
Salah satu sumber yang penting jika bukan yang terpenting, untuk mendapatkan informasi tersebut adalah, dalam bentuk laporan-laporan dan data-data keuangan yang disediakan oleh akuntan intern atau Bagian Akuntansi.
Berdasarkan pengamatan selama ini menunjukkan bahwa, untuk mendapatkan laporan akuntansi yang memenuhi standart tepat waktu dan akurat, tidaklah mudah. Banyak faktor penyebab yang dijumpai, baik yang menyangkut teknis pelaksanaan maupun non teknis lainnya ; sejak awal kegiatan pengidentifikasian dan pengukuran data untuk pengambilan keputusan, hingga pemrosesan dan pelaporan informasi yang dihasilkan. Kesemuanya itu menjadikan hambatan tersendiri bagi percepatan proses pengkomunikasian informasi kepada pemakai laporan.
Apalagi pada perusahaan-perusahan yang memiliki cabang-cabang/perwakilan-perwakilan yang letaknya saling berjauhan dan dengan pola sentralisasi, maka kompleksitas persoalan yang dihadapi akan semakin besar, sehingga keinginan memperoleh informasi yang tepat waktu dan tepat guna bagi manajemen tidak dapat terpenuhi.
Penyebab dominan kendala tersebut, antara lain ;
• Proses akuntansi dilaksanakan secara konvensional, (pemanfaatan komputer baru sebatas single-user) belum terorganisir jaringan secara terpusat (Linked).

• Tenaga yang menangani (staf akuntansi) tidak memiliki pemahaman akuntansi yang cukup, sehingga sering melakukan kesalahan dan koreksi.

• Belum tersedianya Standart Operating Procedur (SOP) yang memadai, yang mencakup teknis pelaksanaan operasional beserta otoritas masing-masing tingkatan.

Berpijak dari persoalan di atas, maka untuk mewujudkan informasi akuntansi yang tepat waktu dan akurat, diperlukan adanya keterpaduan satu sistem informasi secara menyeluruh dengan menempatkan pemanfaatan kemajuan tehnologi komputer sebagai elemen kuncinya.

2. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM) BERBASIS KOMPUTER
Seperti telah disampaikan dimuka bahwa, informasi akuntansi menjadi sangat substansial terhadap kepentingan perusahaan secara keseluruhan, maka penanganannya perlu dicarikan solusi yang terbaik dengan cara-cara yang tepat, efektif dan efisien, tanpa mengurangi essensi dari akuntansi itu sendiri. Dan jawaban untuk semua itu, tiada lain adalah ; “ Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer “.
Sesuai namanya, Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer merupakan perpaduan sistem pelaksanaan pemrosesan data akuntansi yang diaplikasikan kedalam tehnologi komputer dengan Microsoft Windows sebagai operating system-nya, dan dikemas secara khusus dalam satu program software yang dinamakan ; DataSoft OPERASIONAL.

3. PROGRAM SOFTWARE DataSoft OPERASIONAL
Program Software DataSoft OPERASIONAL adalah sebuah software system yang disusun dan dikembangkan sejak tahun 1992 oleh Sholeh Basuki, SE yang berkedudukan di Perum Bumi Banjararum Asri L-12 Malang, dan telah dilakukan inovasi secara terus menerus seiring dengan pesatnya perkembangan tehnologi informasi pada saat ini.
Penggunaan program itu sendiri sangat fleksibel, hal ini telah dibuktikan dengan dipakainya dibeberapa perusahaan dikota Malang dan sekitarnya, dengan jenis kegiatan usaha yang beraneka ragam seperti ; perdagangan umum, jasa umum, (termasuk perbankan), atau gabungan keduanya dengan jaminan program akan berjalan sesuai dengan menu yang ada.
Sesuai dengan tujuannya, Program DataSoft OPERASIONAL mampu memproses data keuangan menjadi laporan keuangan dengan waktu relatif singkat meskipun sumber data di-akses dari beberapa tempat (cabang-cabang) yang letaknya berjauhan. Hal ini sangat dimungkinkan, karena transfer data melalui media internet sebagai sarananya.


4. HASIL YANG DIHARAPKAN
Dengan diterapkannya Program DataSoft OPERASIONAL pada proses pengolahan data keuangan, maka hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terciptanya suatu sistem jaringan informasi manajemen berbasis komputer yang mampu menghasilkan output laporan secara cepat dan tepat, sesuai dengan prinsip-prinsip atau kaidah-kaidah akuntansi secara umum.

5. KOMPONEN PENDUKUNG
Keberhasilan suatu sistem sangat tergantung dari dukungan semua pihak terkait dijajaran suatu perusahaan. Karena sama-sama disadari, bahwa secanggih apapun program komputer ataupun hardware yang digunakan manakala tidak didukung oleh komponen yang lain, maka tidak bisa berharap banyak manfaat yang diperoleh bagi perusahaan.
Demikian pula penerapan Program Software DataSoft OPERASIONAL, akan berjalan lancar dan berhasil guna bila didukung secara konsisten 7 Komponen penting, yaitu :

1. DECISION MAKER (DM)
Digunakan atau tidak Program Software DataSoft OPERASIONAL sangat tergantung komitmen serta keputusan pimpinan perusahaan.

2. SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)
Untuk mengoperasikannya diperlukan dukungan SDM yang memiliki kemauan dan kemampuan.

3. HARDWARE & LOKAL AREA NETWORK (LAN)
Tersedianya perangkat komputer dan sistem jaringan (LAN) yang memadai, sebagai media operasional.

4. SOFTWARE SISTEM KOMPUTER (SSK)
Salah satu komponen pendukung yang menghasilkan laporan-laporan manajemen.

5. STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE (SOP)
Adanya petunjuk operasional yang mengatur prosedur teknis pelaksanaan yang mengacu pada Sistem Software Komputer.

6. SISTEM KONTROL (SK)
Catatan-catatan yang berupa kontrol dan evaluasi terhadap jalannya 6 komponen sebagai bahan pengembangan sistem & penyesuaian lebih lanjut.

7. MAINTENANCE (PERAWATAN)
Agar Program DataSoft OPERASIONAL dapat berfungsi secara optimal maka perlu dilakukan perawatan secara periodik agar segera terdeteksi bila salah satu rangkaian sistem tidak berfungsi, untuk selanjutnya dilakukan perbaikan dan penyesuaian sebagaimana mestinya.


6. PENUTUP
Dari kajian diatas kiranya memperjelas bahwa sistem informasi manajemen dapat berhasil guna manakala diproses secara profesional melalui program komputer (software) yang handal. Untuk itu, Penyusun hadir menawarkan program DataSoft OPERASIONAL sebagai solusi terbaik dengan harapan dapat bermanfaat guna menunjang keberhasilan kegiatan usaha.


Malang, 01 Agustus 2020
Team DATASOFT

 


Basuki
Koordinator

DOWNLOAD

LOGIN